Tuesday, May 20, 2003
TENTANG ANTI-SASTRA-NYA HABE ?
di sini,
habe mencelotehkan karyanya,
di milis yang mengambil namanya ini,
habe menggugat, ngelaba, ngumpat, ngeloco, ngaca-diri, nggoblokin orang, sok-mancing di air keruh, ngomel-ngomel karena orang nulis sembarangan, dan ngorok, dan boker,
di milis pasar malam dan kebon binatang ini,
habe menamai celotehannya dan memaklumatkan dirinya,
penggagas
anti-sastra
tai kebo apa lagi ini !!!!!
apa yang ente maksud antisastra ?
tulisan belepotan ?
anti syair ?
prosa salah ketik ?
nginggris betawian ?
non-referensian ?
verboden dari bahasa melayuan ?
hahhh, hahaah... hahaah.....
rupanya ente dendam ame bahasa melayu ?
ente suka nulis prosa yang salah ketik terus dikatakan puisi ?
ente nggak demen ame si syair,
karena telah merebut si atun dari genggaman ente ?
:-( :-) :-p {0-0} :-ooooo
%$@#%@ ^%#^$# ^%$^%##
apa yang ente maksud sastra !!!
apa yang ente maklumatin sebagai anti-sastra !!!
kenapa ente menulis puisi,
kenapa ente menulis prosa,
kenapa ente nulis cerita,
kenapa ente bawa-bawa si anti ame si sastra,
jika ente terlanjur menyamakan sastra dengan sanjak,
memadankan sastra dengan aturan rima-irama-pantun-melayu,
terlanjur memaklumkan diri tidak berbakat jadi penyair,
terlanjur tidak suka rendra dan emha,
terlanjur dipuji prosanya yang humanis,
tetapi masih terkagum dengan syair lagu ........
ente mau berlagak anti-establisment,
ente mau mendekonstruksi dan memosmokan sastra,
ente mau begaye........
ngomong yang kenceng, habe !!!!
dunia maya ini masih mendengarkan !!!!
sekali lagi,
kau sebut tulisan prosamu anti-sastra,
mbelgedes.....
kau sebut puisimu anti-sastra,
mbelgedes.....
urusan ente,
kalo nggak suka suka puisi cinta si pance,
nggak suka kemarahan si che,
nggak suka kritik sosial yang tak bernyawa,
emangnye ente juragan en tengkulak nyawa,
soal main cincong, banyak jigong,
emangnye ente aja yang bisa selepet...
gua ludahin kadasen tangan lu.....
gimana, hasan basri....
gimana proletar .....
ente bekoar lagi yang kenceng...
kalo perlu di semua milis egroups....
udah ah,
gua ditungggu jemputan.....
mbaca tidak mbaca tetep tengkyu....
mBin
09-00
-----
DAN SETIAP PENINDASAN MELAHIRKAN KEKERASAN !
kita adalah orang-orang tertindas, yang dilahirkan oleh bangsa tertindas. kita adalah orang-orang penindas, yang dibesarkan oleh bangsa penindas.
kita hanya perlu hidup dengan dua kata, karena hanya bernapas dengan dua kata,
menindas . . . . . .
ditindas . . . . . .
. . . . . menindas
. . . . . ditindas
menindas dan ditindas, menindas atawa ditindas, to be or not to be.
dengan rencana di pagi hari, dan evaluasi di malam hari, dan mimpi-mimpi sepanjang hari. bagaimana mengelakkan penindasku, bagaimana menelakkan yang kutindas, siapa yang menindasku, siapa yang kutindas,
siapa lagi yang akan menindasku, siapa lagi yang akan kutindas.
karena setiap penindasan adalah cikal bakal kekerasan, maka kekerasan subur dan tersemaikan di mana-mana. di rumah, di sekolah, di kantor, di kelurahan, di gedung rakyat, di jalanan, di pasar, di terminal, di setiap demo, di setiap kerumunan. antara suami-istri, bapak-anak, guru-murid, rektor-mahasiswa, lurah-hansip, sopir-polisi, pak-ogah-pengemudi, juga wakil-rakyat-pemegang-mandat-rakyat.
sedangkan penindasan yang kokoh menampakkan kedamaian permukaan, penindasan yang rapuh memuntahkan teror dan kekacauan. dan setiap penindasan selalu melahirkan kekerasan !
mBin
97/00