Sunday, August 17, 2003


MATI KATA


tawar rasa
menjumput onggokan huruf
tak memaknai

takar nalar
merajut serpih kata
tak mendayai

---


HAI, KAU YANG TERTAWA



hai ! kau yang tertawa, di ujung sana.

dengarkan ! aku juga tertawa, sampai keluar air mata. namun ketika tawaku berhenti, airmata itu terus mbrebes mili, tak mau henti.

aku tak tahu makna tawamu, sedang tawaku hanya aku yang merasai: menertawai
diri.

soal luh airmata, yang menitis menetes, memang sudah kurasakan pahit-asamnya. maka tak hendak kutanyakan padamu tentang airmata, apakah kau punya, dan untuk apa.

---

Friday, August 08, 2003


RE: SETANCAP PANAH SETANCAP PISAU

: ns


setancap panah, setancap pisau,
setan cap agama, setan cap tuhan.

tancap-menancap semburkan darah,
darahmu
darahku
darah kita.

---


KATA


tak perlu merendah membungkuk saat engkau telah memilih sebuah kata. karena tak bisa disalahkan pilihan katamu, tak bisa disalahkan nasehat simbahmu, tak bisa disalahkan nilai dalam genggammu.

tak layak kausalahkan juga kata kata lainnya, bahkan jika itu pilihan seorang perempuan atawa setengahnya. maka tak perlu salah-menyalah, hanya karena kata !

kata, memang akan mencari sendiri maknanya. dalam angan surga atawa api neraka, dalam wangi puri atawa busuk got. dalam doa sufi atawa umpatan pelacur, dalam tangisan bayi atawa lenguhan tempat tidur. di keramaian jalanan atawa di pojok pepohonan yang akan ditebang.

kata, memang tak bisa dikungkung. apalagi dalam jeruji moral dan pagar basa-basi, yang dengan mudah didobraknya.

maka saatnya membuka diri, untuk satu perbedaan, dan berjuta ekspresi.

::


AKULAH PEDANG


akulah pedang,
sepedangnya pedang,
yang dipanggang api dendam perseteruan,
yang ditempa palu tumpang-tindih penderitaan,
yang dibentuk tangan menggenggam kemarahan,
yang didinginkan air hitam kemiskinan.

akulah pedang,
sepedangnya pedang,
yang menebas menghunjam menyodok,
yang memisahkan tubuh memuncratkan darah,
tanpa rasa malu, iba, dosa.

akulah pedang,
sepedangnya pedang,
akulah juga kamu,
sekamunya kamu.

jadi,
tak usah bersembunyi dibalik pedangmu.

2001
==


PERDARAHLAH !


ayunkan kapakmu,
hunjam dan robekkan belatimu,
pada tubuhku,
biar tersembur seluruh darahku,
biar terhambur seluruh isi perutku.

dan kalau kau berani,
cincang tubuhku, tebarkan !
sedot darahku, siramkan !

ke bumi
tanah tumbuh segala tubuh
tanah tumpah segala darah
tanah tetas segala tunas

ke hati
relung resah segala marah
relung ranum segala harum
relung abadi segala nurani

hai kapak hai amuk
hai belati hai imagi
perdarahi aku !
perdarahlah !!

karena cincangan tubuh
karena semburan darah
aku hidup
aku mati
aku menghidupi.

070601
=====

This page is powered by Blogger. Isn't yours?