Tuesday, September 16, 2003
JAKA TARUB
: ben
anak muda, sesungguhnya tak perlu kau curi selendang itu jika kau memang jaka-tarubku. aku masih tetap nawang-wulanmu.
marilah kita jelajahi pelangi. di hamparan langit, kita campurkan sejuta warna pada sejuta warni. kita perbarui rentang warna-warni, hingga mejikuhibiniu tak cukup lagi.
---
Thursday, September 11, 2003
KEMANUSIAAN
kemarin terjadi, dan mungkin akan berkian kali, entah esok atau esoknya lagi. sebuah aksi, yang dinamai perlawanan dan diatasnamai keyakinan suci. sebuah aksi, ketika nyawa manusia tak perlu dimaknai.
kemarin terjadi, dan mungkin akan berkian kali. atas nama simbol suci, kami berkami. atas nama kenistaan perbedaan, mereka dimerekakan.
: panggung kami adalah kemuliaan, dan mereka layak dinajiskan. kami harus memimpin di depan, dan mereka harus dionggokkan di pojokan. setiap kali kami berseru, mereka harus diam. dan setiap kali atas nama, kami berhak atas mereka. apalagi hanya marah, untuk merusak membakar dan meluluhlantakkan kepunyaan mereka, bahkan melecehkan dan menghilangkan nyawa mereka, semua hak kami.
tetapi, ketika terdengar sayup suara dan perlahan membahana:
laa.. waan ...
lawan !
LAWAN !
dengan kee.. maa.. nuu.. siaaaan...
kemanusiaan !
KEMANUSIAAN !
mungkin kita juga harus mendengar suara yang lain lagi, entah suara air yang selalu menggericiki, atau suara hati yang selalu mendetiki.
kemarin terjadi, dan mungkin akan tidak lagi. karena ketika ketuhanan diseru, ketuhanan dimatikan. dan ketika kemanusiaan dimatikan, kemanusiaan diseru. selalu, kemanusiaan harus melawan ketuhanan.
---
ATAS NAMAMU
bagaimana kau dikenal penyayang, jika atas namamu kemarahan diluapkan.
bagaimana kau dikenal pemurah, jika atas namamu banyak rumah dibakar dan dirubuhkan.
bagaimana kau dikenal menghidupi, jika atas namamu semburan darah dihalalkan dan nyawa-nyawa dikorbankan.
bagaimana ketuhananmu dimaknai, jika atas namamu kemanusiaan dimatikan.
---
Tuesday, September 09, 2003
MIMPI
ketika kau berkata:
aku bahagia telah memimpikannya.
aku jadi bertanya:
adakah yang memang tak ingin kaukatakan, bahwa sebenarnya kau ingin mimpi yang lain juga. apa hendak dikata, mimpi yang lain itu telah diklaim pemimpi lainnya.
---
TIKTAK TIKTAK DI DINDING
: ns
tiktak tiktak di dinding,
tiktak tiktak di langit.
jika jawabmu bukan jawabnya,
kenapa kau musti menjawabnya?
karna di atas langit-langit masih ada genting,
biarkan ke langit, pertanyaan mencari jawabnya.
atau diam,
karena hanya itu jawabnya.
---