Wednesday, October 22, 2003

langkah langkah kecil 


langkah langkah kecil


tiba juga saatnya.

kaki kaki kecil itu, menjelajah penjuru rumah, menjejaki dan menandai sentuhannya dengan isyarat bau warna pertumbuhan.

tangan tangan kecil itu, menggapai ketinggian, menarik memencet melempar memukul memberantakkan jamahannya dengan gerak keingintahuan.

dan tubuh kecil itu jatuh bangun, jatuh lagi untuk bangun kembali, dengan meyakini bahwa semua tempat adalah wilayah permainannya.

mulut kecil itu, menyuarakan meneriakkan kesenangan keheranan ketakutan kemarahan kesedihan, ribuan ramuan luapan serpihan emosi yang pasti dan tak pasti, tak terpermaikan dan tak terjelaskan.

mam... mam... mamm... mamamamm... pap... pap... pap... papapappp... babb... babb... babb... baababbb... mbing... mbing... mbing... mbinggggg... aahhhhhh !! aaaaa !!!

dan itu,
anakku lanang !!


mBin
september 2001

keabadian itu 


keabadian itu


tepat di ulangtahunmu, waktumu terhenti juga, akhirnya.

dan keabadianmu itu datang menjemput, setelah sekian kali datang dan pergi untuk sekedar menengok, dan sekian kali menyisakan semangat terbelah dalam tubuh lungkrah.

sungguh, aku tak tahu ! haruskah ia kukutuki lagi, seperti kali lalu saat ia menjemput orang-orang yang kukasihi.

sesalku, kenapa aku tak sempat menemuimu, dalam sehat dan langkah kehidupan tahun-tahun lalu, apalagi saat lungkrah dan sakit tubuhmu. juga untuk berbagi cercahan bahagia ketika mendampingi anak-anak-mu di altar.

damaiku, kuyakin kau tetap di sana, menjaga yang kaucinta.


mBin-juli2001
in-memoriam oom no salatiga

re: jangan kau ragu  


re: jangan kau ragu


pelan,
dan pelan
bersama sutra hitam yang tertiup angin,
hingga tak ada yang mengikatmu lagi.

bebas,
dan bebas
bersama air mata yang baru jatuh dari pelupuk,
dan menyebar sebelum sampai ke tanah.

tak ada pintu untuk dibuka,
tak ada selimut untuk disibak,
bebas,
bebaskan diri !!


2001
===

Wednesday, October 08, 2003


MERDEKALAH SELALU !

:hl


merdekalah kawan, selalu !
kala lewati tiang-tiang penanda dan tapaki batu-batu penjuru,
juga jika itu, hanya tiang-tiang dan batu-batu.

peliharalah kawan, merdekamu !
dalam langka merdeka dunia lama dan teriak merdeka dunia baru,
juga jika itu, hanya teriak langka yang malu dan wagu.

berartikah kawan, merdeka kata ?
tanpa merdeka hati, merdeka diri, merdeka prasangka dan merdeka mereka,
juga jika itu, hanya.


mBin
030619

Tuesday, October 07, 2003


KALAH MENANG


sudah sejak lama, dari tahun ke tahun, selalu kusisipkan setumpuk persiapan, untuk kalah atau kekalahan.

dan ketika tahun demi tahun terlewati, dengan kalah dan kalah lagi, dengan kekalahan dan kekalahan lagi, tak ada gejolak, tak ada hentak, seolah kekalahan adalah sebuah kelengkapan, untuk sebuah perjalanan. dalam tiarap, dalam harap.

untuk kemenangan, dulu sekali memang pernah kusiapkan, namun ternyata tak cukup bertahan dalam gerusan waktu, di tahun demi tahun kekalahan.

ketika kemenangan menyambangi di suatu pagi, yang katanya ingin tinggal bersama untuk hari-hari selanjutnya, hanya kejut hanya gagap, tak ada siap tak ada tempat. dalam gamang yang menemani, malah jebol segala perisai, karena hanya sampah serapah energi kekalahan menahun yang kemudian menguasai.

ihwal sang kemenangan, rupanya tak tahan lagi, diam diam ia pergi, meninggalkan hiruk pikuk hati, bahkan sebelum tengah hari.

memang masih ada teriakan-teriakan kemenangan setiap pagi, yang mengajak hilangkan rasa takut pada si lama yang baru dikalahkan. juga masih ada teriakan untuk tak perlu segala siap, apalagi hanya untuk sejumput kekalahan, pun untuk sebongkah kemenangan.

karena segala siap telah lenyap, tergerus dalam banjir yang menenggelamkan nurani. samar bayang-bayang kemenangan yang pergi ternyata hanya senyum sambil megucap selamat datang kembali, pada kekalahan, yang dulu menguasai. dan kali ini, tanpa tiarap, tanpa harap.


020408
======

Monday, October 06, 2003


CINTA?


bagaimana cinta dirasa,
jika benci tak pernah menyapa ?

---


TENTANG CINTA


sebagai kata, ia boleh memaknai apa saja.
sebagai rasa, ia mampu mengungkapi apa saja.
sebagai laku, ia akan memanifestasikan apa saja.

dan ketika cinta telah memaknai mengungkapi memanifestasi,
tak layak lagi berdebat tentangnya.

cinta abadi selalu memberi.
menerima, tak meminta.

---


MENARILAH

:hl


menarilah dalam sengatan matahari,
menarilah dalam udara iri atawa perseteruan hati,
menarilah dalam lunglai atawa sepi sendiri.

namun menarilah dengan asa abadi,
dalam gejolak sesaudara sejiwa setanah seair seudara,
yang merindu damai.

---

This page is powered by Blogger. Isn't yours?